Rabu, 28 September 2016

MANAJEMEN

ORGANISASI KEBUTUHAN TERHADAP MANAJEMEN
MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah manajemen
Dosen : Lilis Sulastri, Dr.,MM



Penyusun :
NIA (1147050125)
Kelas : E


PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2016



Daftar Isi














PEMBAHASAN

A.    Definisi dan istilah Manajemen

Malayu S.P. Hasibuan menjelaskan bahwa manajemen dalam bahasa inggris, artinya “to manage”, yaitu mengatur. Oleh karena itu menurutnya, pertanyaan yang muncul adalah apa yang diatur, mengapa harus diatur, siapa yang mengatur, bagaimana mengaturnya, dan di mana harus diatur.[1] Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjelaskan objek pengelolaan manajemen. Maka dari itu manajemen berkaitan dengan proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian, yang didalamnya terdapat anggota organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan mengarahkan sumber daya organisasi yang dimiliki.[2]
Manajemen menurut Stephen P. Robbins dan Mary Coulter dalam bukunya yang berjudul “Manajemen” mengatakan bahwa istilah manajemen adalah proses mengkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan kerja agar diselesaikan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain. Untuk istilahnya itu sendiri mengacu pada definisi manajemen itu sendiri. Dari definisi manajemen, mari kita meninjau bagian spesifiknya.
Proses menggambarkan fungsi-fungsi yang berjalan terus atau kegiatan-kegiatan utama yang dilakukan oleh para manajer. Fungsi-fungsi ini lazimnya disebut merancang, mengorganisasi, memimpin, dan mengendalikan. Efisiensi merupakan bagian penting manajemen, dan itu mengacu pada hubungan antara masukan dengan keluaran. Efisiensi sering merujuk sebagai “melakukan segala sesuatu secara tepat” yang artinya tidak memboroskan sumber-sumber. Efektivitas itu seringkali dilukiskan sebagai “melakukan hal-hal yang tepat” artinya, kegiatan kerja yang akan membantu organisasi tersebut mencapai sasarannya (mencapai tujuan).

B.     Ruang lingkup Manajemen

Sebagai ilmu, manajemen memiliki ilmu teori dan kerangka pikir yang sudah teruji, terutama berhubungan dengan teori manajemen ilmiah, organisasi klasik, dan teori perilaku organisasi.
[3]Teori manajemen ilmiah memfokuskan kajiannya pada pentingnya keberadaan dan peran manajer dalam suatu organisasi pada suatu perusahaan. Menurut teori manajemen ilmiah, penciptaan iklim yang kondusif bagi perusahaan sangat bergantung pada sumber daya manusia yang menggerakan perusahaan. Apabila sumber daya manusianya lemah, meskipun memiliki modal dan fasilitas yang memadai, perusahaan tidak akan bisa meraih keberhasilan. Untuk membangun sumber daya yang berkualitas, perusahaan harus membagi kerja yang proposional dan menempatkan pekerja pada spesialisnya. Lalu memberi upah sesuai beban pekerja yang ditanggung. Teori kedua yang dikembangkan oleh manajemen dan sebagai bagian ruang lingkup kajiannya yakni teori organisasi klasik, teori ini mengatakan tugas manajemen yang pertama kali dipekenalkan oleh B.I Fayol (1841-1925), yaitu pembahasan menganai hal-hal berikut:
1.      Technical               :kegiatan memproduksi barang dan pengorganisasian;
2.      Commercial           : kegiatan membeli bahan dan menjaual produk;
3.       Financial               : kegiatan pembelanjaan;
4.      Security                 : kegiatan menjaga keamanan;
5.      Accountancy         : kegiatan akuntansi;
6.      Managerial            : melaksanakan fungsi manajemen.
Fayol memerinci lebih sistematis fungsi-fungsi manajemen , yaitu :
1.      Planning (perencanaan);
2.      Organizing (pengorganisasian);
3.      Coordinating (pengkoordinasian);
4.      Commanding (pengarahan);
5.      Controlling (pengawasan).
Teori selanjutnya adalah teori perilaku organisasi, dimana ruang lingkup manajemen tidak terpaku pada suatu proses perencanaan dan pengendalian suatu organisasi, tetapi secara langsung berkaitan dengan fungsi-fungsi kepemimpinan dalam organisasi manajemen, sebagaimana perlunya menjelaskan secara detail tentang kedudukan, tugas dan fungsi manajer dalam perusahaan.mengapa diperlukan hubungan harmonis antara atasan dan bawahan? Jawabannya berkaitan dengan pendekatan psikologis yang berlaku dalam manajemen, yang salah satunya menguraikan peran manajer sebagai pemimpin dan kepemimpinan manajer dalam mempengaruhi bawahannya, agar melkasanakan tugas-tugasnya sesuai dengan perencanaan dan tujuan yang telah ditetapkan.

C.    Organisasi dan Manajemen

[4]Organisasi menurut Stephen P. Robbins dan Mary Coulter dalam bukunya yang berjudul “Manajemen” yaitu suatu pengaturan orang-orang secara sengaja untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam organisasi memiliki tiga ciri umum yaitu pertama masing-masing organisasi mempunyai tujuan tertentu, tujuan ini biasanya diungkapkan dalam rangka sebuah sasaran atau serangkaian sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi tersebut. Kedua dalam organisasi tersebut pasti terdiri atas manusia-manusia / orang. Ketiga semua organisasi mengembangkan suatu struktur secara sengaja agar anggota-anggotanya dapat melaksanakan pekerjaan mereka.
Tujuan yang jelas
Struktur yang Disengaja
Orang-Orang
 





Lalu ada beberapa tokoh mendefinisikan organisasi, seperti Chester I. Barnard (1938) dan James D. Mooney. Chester I Barnard dalm bukunya “The Executive Functions” mengemukakan bahwa I define organization as a system of cooperatives of two more persons (organisasi adalah sistem kerja sama antara dua orang atau lebih). Dan james D. Mooney mengatakan bahwa “Organization is the from of every human association for the attainment of commom purpose” (organisasi adalah setiap bentuk kerja sama untuk mencapai tujauan bersama).
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sekumpulan orang dapat dikatakan sebagai organisasi jika memenuhi empat unsur pokok yaitu :
1.      Organisasi itu merupakan sistem;
2.      Ada pola aktivitas;
3.      Ada sekelompok orang;
4.      Ada tujuan yang telah ditetapkan.
Hubungan organisasi dengan manajemen itu sendiri bahwa yang sudah dijabarkan diatas dengan empat usur tersebut secara langsung didalam organisasi itu pasti ada sistem untuk mengatur, mengendalikan, memimpin, mengelola dan lain sebagainya.

D.    Sejarah Manajemen

[5]Usaha-usaha yang terorganisasi yang diarahkan oleh orang-orang yang bertanggung jawab atas perencanaan, pengorganisasian, pemimipinan dan pengndalian kegiatan-kegiatan telah ada ribuan tahun. Piramida-piramida Mesir dan Tembok Besar Cina merupakan bukti nyata bahwa proyek-proyek yang ukurannya luar biasa besar, yang menggunakan puluhan ribu manusia, telah dilaksanakan jauh sebelum zaman modern. Piramida-piramida itu merupakan contoh yang sangat menarik. Pembangunan sebuah piramida melibatkan lebih dari 100 ribu orang selama 20 tahun. Siapa yang memberi tahu masing-masing pekerja apa yang harus dilakukannya? Siapa yang menjamin bahwa akan ada cukup batu ditempat itu supaya para pekerja tetap sibuk? Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah manajemen. Tanpa mempedulikan sebuatan para manajer saat itu, seseorang harus merncanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisasi manusia-manusia serta bahan-bahan untuk melaksanakannya, memimpin dan mengrahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin segala sesuatunya dikerjakan menurut rencana.
Contoh dari masa lalu ini memperlihatkan bahwa organisasi telah ada selama ribuan tahun dan bahwa manjemen telah dipraktekan selama periode yang sama. Namun barulah pada beberapa ratus tahun yang lalu, terutama pada abad ke-20, manajemen mengalami penyelidikan secara sistematis, menghimpun kumpulan pengetahuan yang sama, dan menjadi sebuah disiplin formal untuk dipelajari. Dua peristiwa sejarah yang penting telah pula memainkan suatu peran dalam memajukan kajian manajemen.
Pertama, pada tahun 1776 Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, the wealth of nations, dimana dia mengemukakan keuntungan-keuntungan ekonomi yang akan diperoleh organisasi dan masyarakat denganpembagian kerja.menggunakan industri pabrik sebuah peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa sepuluh orang masing masing melakukan pekerjaan khusus, dapat bersama-sama menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti sehari. Namun seandainya masing-masing orang itu bekerja sendiri-sendiri dan harus menarik kawat, meluruskannya, memotongnya, memasang kepala bagi masing-masing peniti, meruncingkan ujungnya, dan menyoldir kepala serta jarum peniti, maka sudah sangat hebat bila meraka mamapu menghasilakan sepuluh peniti saja sehari.
Peristiwa yang kedua yakni menjelang abad ke-20 adanya Revolusi Industri yaitu hadirnya tenaga mesin produksi massal dan transportasi yang efisien. Yang mengharuskan adanya keterampilan-keterampilan menajemen. Mengapa? Para manajer dibutuhkan untuk meramalkan permintaan, menjamin cukup banyak bahan mentah yang siap untuk membuat produk-produk, memberi tugas-tugas kepada orang-orang, mengarahkan kegiatan sehari-hari, mengkoordinasi berbagai pekerkerjaan dan lain sebagainya.



















Daftar Pustaka


Dr.H.M.Anton Athoillah, M.M., Dasar-dasar Manajemen,Pustaka Setia,Bandung, Cet 1, 2010
Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen Dasar,Pengertian dan Masalah, Gunung Agung, Jakarta, Cet.1, 1996
Stephen and Mary Coulter, “Management”, Total Grafika Indonesia, Jakarta, 1999, hlm 1



[1] Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen Dasar,Pengertian dan Masalah, Gunung Agung, Jakarta, Cet.1, 1996, hlm 1.
[2] Dr.H.M.Anton Athoillah, M.M., Dasar-dasar Manajemen,Pustaka Setia,Bandung, Cet 1, 2010, hlm 13.
[3] Dr.H.M.Anton Athoillah, M.M., Dasar-dasar Manajemen,Pustaka Setia,Bandung, Cet 1, 2010, hlm 20.
[4] Stephen and Mary Coulter, “Management”, Total Grafika Indonesia, Jakarta, 1999, hlm 8
[5] Stephen and Mary Coulter, “Management”, Total Grafika Indonesia, Jakarta, 1999, hlm 36

 
biz.