ORGANISASI
KEBUTUHAN TERHADAP MANAJEMEN
MAKALAH
Disusun untuk
memenuhi tugas matakuliah manajemen
Dosen : Lilis
Sulastri, Dr.,MM
Penyusun :
NIA (1147050125)
Kelas : E
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2016
Daftar Isi
PEMBAHASAN
A. Definisi dan
istilah Manajemen
Malayu S.P. Hasibuan
menjelaskan bahwa manajemen dalam bahasa inggris, artinya “to manage”, yaitu
mengatur. Oleh karena itu menurutnya, pertanyaan yang muncul adalah apa yang
diatur, mengapa harus diatur, siapa yang mengatur, bagaimana mengaturnya, dan
di mana harus diatur.[1]
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjelaskan objek pengelolaan manajemen. Maka
dari itu manajemen berkaitan dengan proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan dan pengendalian, yang didalamnya terdapat anggota organisasi
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan mengarahkan sumber daya
organisasi yang dimiliki.[2]
Manajemen menurut Stephen
P. Robbins dan Mary Coulter dalam bukunya yang berjudul “Manajemen” mengatakan
bahwa istilah manajemen adalah proses mengkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan
kerja agar diselesaikan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang
lain. Untuk istilahnya itu sendiri mengacu pada definisi manajemen itu sendiri.
Dari definisi manajemen, mari kita meninjau bagian spesifiknya.
Proses menggambarkan fungsi-fungsi yang berjalan terus atau
kegiatan-kegiatan utama yang dilakukan oleh para manajer. Fungsi-fungsi ini
lazimnya disebut merancang, mengorganisasi, memimpin, dan mengendalikan. Efisiensi
merupakan bagian penting manajemen, dan itu mengacu pada hubungan antara
masukan dengan keluaran. Efisiensi sering merujuk sebagai “melakukan segala
sesuatu secara tepat” yang artinya tidak memboroskan sumber-sumber. Efektivitas
itu seringkali dilukiskan sebagai “melakukan hal-hal yang tepat” artinya,
kegiatan kerja yang akan membantu organisasi tersebut mencapai sasarannya
(mencapai tujuan).
B.
Ruang lingkup Manajemen
Sebagai ilmu, manajemen
memiliki ilmu teori dan kerangka pikir yang sudah teruji, terutama berhubungan
dengan teori manajemen ilmiah, organisasi klasik, dan teori perilaku
organisasi.
[3]Teori manajemen ilmiah memfokuskan kajiannya pada
pentingnya keberadaan dan peran manajer dalam suatu organisasi pada suatu
perusahaan. Menurut teori manajemen ilmiah, penciptaan iklim yang kondusif bagi
perusahaan sangat bergantung pada sumber daya manusia yang menggerakan
perusahaan. Apabila sumber daya manusianya lemah, meskipun memiliki modal dan
fasilitas yang memadai, perusahaan tidak akan bisa meraih keberhasilan. Untuk
membangun sumber daya yang berkualitas, perusahaan harus membagi kerja yang
proposional dan menempatkan pekerja pada spesialisnya. Lalu memberi upah sesuai
beban pekerja yang ditanggung. Teori kedua yang dikembangkan oleh manajemen dan
sebagai bagian ruang lingkup kajiannya yakni teori organisasi klasik, teori ini
mengatakan tugas manajemen yang pertama kali dipekenalkan oleh B.I Fayol
(1841-1925), yaitu pembahasan menganai hal-hal berikut:
1.
Technical :kegiatan
memproduksi barang dan pengorganisasian;
2.
Commercial : kegiatan
membeli bahan dan menjaual produk;
3.
Financial : kegiatan pembelanjaan;
4.
Security : kegiatan
menjaga keamanan;
5.
Accountancy : kegiatan
akuntansi;
6.
Managerial : melaksanakan
fungsi manajemen.
Fayol memerinci lebih sistematis fungsi-fungsi
manajemen , yaitu :
1.
Planning (perencanaan);
2.
Organizing (pengorganisasian);
3.
Coordinating (pengkoordinasian);
4.
Commanding (pengarahan);
5.
Controlling (pengawasan).
Teori
selanjutnya adalah teori perilaku organisasi, dimana ruang lingkup manajemen
tidak terpaku pada suatu proses perencanaan dan pengendalian suatu organisasi,
tetapi secara langsung berkaitan dengan fungsi-fungsi kepemimpinan dalam
organisasi manajemen, sebagaimana perlunya menjelaskan secara detail tentang
kedudukan, tugas dan fungsi manajer dalam perusahaan.mengapa diperlukan
hubungan harmonis antara atasan dan bawahan? Jawabannya berkaitan dengan
pendekatan psikologis yang berlaku dalam manajemen, yang salah satunya
menguraikan peran manajer sebagai pemimpin dan kepemimpinan manajer dalam
mempengaruhi bawahannya, agar melkasanakan tugas-tugasnya sesuai dengan
perencanaan dan tujuan yang telah ditetapkan.
C.
Organisasi dan Manajemen
[4]Organisasi menurut Stephen P. Robbins dan Mary
Coulter dalam bukunya yang berjudul “Manajemen” yaitu suatu pengaturan
orang-orang secara sengaja untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam
organisasi memiliki tiga ciri umum yaitu pertama masing-masing organisasi
mempunyai tujuan tertentu, tujuan ini biasanya diungkapkan dalam rangka sebuah
sasaran atau serangkaian sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi tersebut. Kedua
dalam organisasi tersebut pasti terdiri atas manusia-manusia / orang. Ketiga
semua organisasi mengembangkan suatu struktur secara sengaja agar
anggota-anggotanya dapat melaksanakan pekerjaan mereka.
|
Tujuan yang jelas
|
|
Struktur yang
Disengaja
|
|
Orang-Orang
|
Lalu ada beberapa tokoh
mendefinisikan organisasi, seperti Chester I. Barnard (1938) dan James D.
Mooney. Chester I Barnard dalm bukunya “The Executive Functions” mengemukakan
bahwa I define organization as a system of cooperatives of two more persons
(organisasi adalah sistem kerja sama antara dua orang atau lebih). Dan james D.
Mooney mengatakan bahwa “Organization is the from of every human association
for the attainment of commom purpose” (organisasi adalah setiap bentuk kerja
sama untuk mencapai tujauan bersama).
Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa sekumpulan orang dapat dikatakan sebagai organisasi jika
memenuhi empat unsur pokok yaitu :
1.
Organisasi itu merupakan sistem;
2.
Ada pola aktivitas;
3.
Ada sekelompok orang;
4.
Ada tujuan yang telah ditetapkan.
Hubungan organisasi dengan
manajemen itu sendiri bahwa yang sudah dijabarkan diatas dengan empat usur
tersebut secara langsung didalam organisasi itu pasti ada sistem untuk
mengatur, mengendalikan, memimpin, mengelola dan lain sebagainya.
D.
Sejarah Manajemen
[5]Usaha-usaha yang terorganisasi yang diarahkan oleh
orang-orang yang bertanggung jawab atas perencanaan, pengorganisasian,
pemimipinan dan pengndalian kegiatan-kegiatan telah ada ribuan tahun.
Piramida-piramida Mesir dan Tembok Besar Cina merupakan bukti nyata bahwa
proyek-proyek yang ukurannya luar biasa besar, yang menggunakan puluhan ribu
manusia, telah dilaksanakan jauh sebelum zaman modern. Piramida-piramida itu
merupakan contoh yang sangat menarik. Pembangunan sebuah piramida melibatkan
lebih dari 100 ribu orang selama 20 tahun. Siapa yang memberi tahu
masing-masing pekerja apa yang harus dilakukannya? Siapa yang menjamin bahwa
akan ada cukup batu ditempat itu supaya para pekerja tetap sibuk? Jawaban
terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah manajemen. Tanpa mempedulikan
sebuatan para manajer saat itu, seseorang harus merncanakan apa yang harus
dilakukan, mengorganisasi manusia-manusia serta bahan-bahan untuk
melaksanakannya, memimpin dan mengrahkan para pekerja, dan menegakkan
pengendalian tertentu guna menjamin segala sesuatunya dikerjakan menurut
rencana.
Contoh dari masa lalu ini
memperlihatkan bahwa organisasi telah ada selama ribuan tahun dan bahwa
manjemen telah dipraktekan selama periode yang sama. Namun barulah pada
beberapa ratus tahun yang lalu, terutama pada abad ke-20, manajemen mengalami
penyelidikan secara sistematis, menghimpun kumpulan pengetahuan yang sama, dan
menjadi sebuah disiplin formal untuk dipelajari. Dua peristiwa sejarah yang
penting telah pula memainkan suatu peran dalam memajukan kajian manajemen.
Pertama, pada tahun 1776
Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, the wealth of nations,
dimana dia mengemukakan keuntungan-keuntungan ekonomi yang akan diperoleh
organisasi dan masyarakat denganpembagian kerja.menggunakan industri pabrik
sebuah peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa sepuluh orang masing
masing melakukan pekerjaan khusus, dapat bersama-sama menghasilkan kurang lebih
48.000 peniti sehari. Namun seandainya masing-masing orang itu bekerja
sendiri-sendiri dan harus menarik kawat, meluruskannya, memotongnya, memasang
kepala bagi masing-masing peniti, meruncingkan ujungnya, dan menyoldir kepala
serta jarum peniti, maka sudah sangat hebat bila meraka mamapu menghasilakan
sepuluh peniti saja sehari.
Peristiwa yang kedua yakni
menjelang abad ke-20 adanya Revolusi Industri yaitu hadirnya tenaga mesin
produksi massal dan transportasi yang efisien. Yang mengharuskan adanya
keterampilan-keterampilan menajemen. Mengapa? Para manajer dibutuhkan untuk
meramalkan permintaan, menjamin cukup banyak bahan mentah yang siap untuk
membuat produk-produk, memberi tugas-tugas kepada orang-orang, mengarahkan
kegiatan sehari-hari, mengkoordinasi berbagai pekerkerjaan dan lain sebagainya.
Daftar Pustaka
Dr.H.M.Anton
Athoillah, M.M., Dasar-dasar Manajemen,Pustaka Setia,Bandung, Cet 1,
2010
Malayu
S.P. Hasibuan, Manajemen Dasar,Pengertian dan Masalah, Gunung Agung,
Jakarta, Cet.1, 1996
Stephen
and Mary Coulter, “Management”, Total Grafika Indonesia, Jakarta, 1999,
hlm 1
[1] Malayu
S.P. Hasibuan, Manajemen Dasar,Pengertian dan Masalah, Gunung Agung,
Jakarta, Cet.1, 1996, hlm 1.
[2]
Dr.H.M.Anton Athoillah, M.M., Dasar-dasar Manajemen,Pustaka
Setia,Bandung, Cet 1, 2010, hlm 13.
[3]
Dr.H.M.Anton Athoillah, M.M., Dasar-dasar Manajemen,Pustaka
Setia,Bandung, Cet 1, 2010, hlm 20.
[4] Stephen
and Mary Coulter, “Management”, Total Grafika Indonesia, Jakarta, 1999,
hlm 8
[5] Stephen
and Mary Coulter, “Management”, Total Grafika Indonesia, Jakarta, 1999,
hlm 36